Jumat, 25 Februari 2011

AJI Kota Kupang dan FPG Berbagi Kasih Rayakan Natal Bersama Anak Lapas

KUPANG, Timex-Kelahiran Yesus Kristus membuktikan bahwa Allah ingin berdamai dengan manusia. Allah hadir ke dunia melalui anak-Nya dan berdamai dengan manusia, agar manusia dapat diselamat.
Bahkan Ia melupakan segala dosa manusia. Demikian Pdt. Rio FanggidaE, STh, MSi dalam renungan firman yang disampaikan pada Natal bersama anak Lapas Penfui, Sabtu (8/1) yang digelar Flobamora Peace Generation (FPG) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang bekerjasama dengan American Friends Service Committee (AFSC).

NATAL YANG MENYATUKAN

“No future without forgiveness” yang berarti tidak akan ada masa depan tanpa pengampunan. Oleh kelahiran Yesus Kristus, Allah mendamaikan dirinya dengan semua manusia termasuk dengan Anak Didik , agar menjadi manusia baru di tahun yang baru.  
( Pdt. Rio Fanggidae )
 
“ Berbahagialah kalian karena dosa dan kesalahanmu diketahui orang banyak sehingga kamu dididik ditempat ini daripada mereka yang kesalahannya tidak diketahui orang karena penghukuman bukanlah merupakan urusan manusia” (Bruder Nico Joseph OFM)

Flobamora Peace Generation: Troublemakers Turn Peacemakers

They were a group full of potential; young adults previously known as the masterminds of ethnic-related conflicts and brawls on their campus of Nusa Cendana University.
They have changed. Now they are the agents of not only among students of the campus but for all young people in Kupang, East Nusa Tenggara.

Minggu, 10 Oktober 2010

Mencari Arti Damai Di Atambua


Oleh : Benediktus Edy Jehamin*

Berawal dari sesuatu hal yang mendadak membuat banyak orang takut menjalani. Berbagai alasan dapat dilontarkan baik takut buat kesalahan, belum ada persiapan dan sebagainya. Namun dari hal yang mendadak inilah, banyak ilmu yang dapat ku petik, karena memang untuk menjadi seorang aktifis “tidak ada pernah kata mendadak”. Komitmen dan loyalitaslah yang menjadi “panglima” untuk menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi maupun sebuah komunitas.
 Bagi Komunitas Flobamora Peace Generation (FPG) yang merupakan wadah dimana aku belajar menjalani relationship dan solidaritas dengan mengutamakan nilai cinta, kasih dan damai itu, akhirnya membuat aku berkeputusan saat itu untuk berangkat mewakili FPG ke Kota Atambua-Nusa Tenggara Timur, memenuhi undangan Kumpulan Relawan CIS Timor.

Jauh di Mata Dekat di Hati

(Catatan Berkesan Saat Study Tour FGP)
Oleh : Yanuar Arifin*

Jauh di mata, dekat di hati, mungkin itulah kalimat yang cocok dijadikan sebagai judul tulisan ini. Tulisan ini berisi kesan setelah mengikuti kegiatan Flobamora Peace Field Trip 2010 (FPFT) yang diselenggarakan oleh Flobamora Peace Generation (FPG) pada 05 Juni 2010. Ada 4 lokasi yang menjadi target kunjungan dalam kegiatan perdana FPG ini, semuanya terletak di seputaran Kota Kupang. Setiap lokasi sangat menarik dan masing-masing memberikan kesan dan nilai tersendiri bagi setiap peserta.

Jumat, 01 Oktober 2010

Menembus Batas



“Sebuah Catatan Kenangan Bersama Seorang Motivator”
Oleh ; Marthen Watrimny*

Ada sesuatu yang luar biasa dan berbeda dari biasanya, ada hal dahsyat yang terjadi hari ini dan tidak akan pernah ada lagi. Memang sempat mendebarkan jantung ini. Hal apa sebenarnya yang terjadi, adakah gerangan masalah yang datang menghimpit ? Akupun tidak tahu mau memulainya dari mana dan bagaimana cara menyampaikannya. Namun satu hal yang pasti hal itu sudah terjadi.
Kisah ini dimulai dari sini dan tidak akan berakhir dalam tulisan ini karena tulisan ini memang tidak punya batas tetapi semua orang bisa mengakhirinya ketika saatnya telah tiba.
Hari yang sangat panas kala itu 30 September 2010, membuat semua orang gerah dan bosan beraktivitas. Kondisi iklim kota ini makin lama makin “menjadi-jadi”, membuat penghuninya tidak kuat menahannya. Kota ini memang unik, kota ini memang lain dari lainnya. Yang mana ada hal istimewa yang dimiliki kota ini yang sebenarnya menurut ku harus tetap dipertahankan.

Kamis, 16 September 2010

21 September Hari Perdamaian Dunia


Hari Perdamaian Internasional ('Hari Perdamaian') didirikan oleh resolusi PBB pada tahun 1982 dan pada tahun 2002 Majelis Umum PBB secara resmi menyatakan 21 September sebagai tanggal permanen untuk Hari Perdamaian Internasional. It is a day when all people are reminded of the need to work together to build peace between each other, as people and as nations. Ini adalah hari ketika semua orang diingatkan tentang perlunya bekerja sama untuk membangun perdamaian antara satu sama lain, sebagai manusia dan sebagai bangsa.

Peace Day has become a massive global event, with nations, organisations and millions of people participating in all kinds of events and creating practical acts of peace. Hari Perdamaian telah menjadi acara global besar, dengan negara, organisasi dan jutaan orang yang berpartisipasi dalam semua jenis kegiatan dan tindakan praktis menciptakan perdamaian. It is a powerful signpost of our progress towards of world of peace. Ini adalah sebuah rambu kuat kemajuan kita menuju dunia damai.